HOTLINE

085293979048

: saifudinmadugo@yahoo.com 085293979048 Desa Kedungpuji, Rt. 03 Rw. 02 Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54451
Saifudin Komputer – 0852-9397-9048
SHARE :

Virus Komputer Ini Telah Membuat Kerugian Besar Didunia!

25
03/2021
Kategori : Artikel Komputer
Komentar : 0 komentar
Author : administrator


Virus Komputer Ini Telah Membuat Kerugian Besar Didunia!

Virus pada komputer membuat banyak kerugian, karena file-file penting yang kita punya akan hilang, performa dari komputer menurun, dan pemblokiran akun yang kita miliki di sosial media. Namun di masa sekarang ini jarang terjadi hal demikian karena teknologi yang semakin canggih berbeda dengan jaman dulu. Virus tersebut perlahan-lahan membunuh komputer karena dapat menyebabkan banyak kerusakan. Karena virus komputer telah menyebabkan banyak kerugian finansial bagi banyak pengguna komputer.

Mau tahu virus apa saja yang paling berbahaya? Yang telah membuat banyak sekali kerugian. Yuk lihat penjelasan dibawah ini!

1. ZEUS

Zeus adalah virus jenis malware trojan horse yang mampu membuat komputer kita melakukan hal-hal yang bersifat kriminal. Misalnya mencuri data orang lain, mengirimkan email phishing, dan lain sebagainya. Zeus juga sangat berbahaya karena bisa mengakses detail akun finansial dan mencuri uang kita. Paling umum dari tindakan ini biasanya adalah man-in-the-browser keylogging dan form grabbing. Virus ini juga mampu mengunduh ransomware sehingga semua file kita terkunci dan tak dapat diakses. Mereka akan mengancam dan meminta sejumlah uang pada korbannya agar file dapat diakses kembali.

Zeus sempat menginfeksi lebih dari satu juta komputer di dunia pada 2010 dan 25 % berasal dari Amerika Serikat. Para kreator Zeus berhasil mendapatkan uang sekitar US $ 70 juta. Ternyata ada 100 orang yang terlibat dalam operasi ini, mayoritas komputer terinfeksi baik melalui unduhan drive-by atau penipuan phishing. Pertama kali diidentifikasi pada tahun 2009, virus ini digunakan untuk mencuri informasi dari United States Department of Transportation bahkan hingga perusahaan multinasional besar seperti Amazon, Oracle, Bank of America, dan Cisco.

Virus Zeus sangat sulit dideteksi karena menggunakan beberapa teknik stealth khusus yang menyulitkan antivirus yang diperbarui untuk mendeteksinya. Karena teknologi stealth khusus, malware ini telah menjadi botnet terbesar di internet.

2. SQL Slammer/Sapphire

Virus jenis worm yang bernama SQL Slammer atau Sapphire inilah penyebabnya. Ia dapat menguasai 75 ribu jaringan internet hanya dalam sepuluh menit. Pada Januari 2003, terdapat sebuah virus baru yang menyebar di seluruh jaringan internet Amerika Serikat. Tidak ada yang siap untuk menghadapinya sehingga virus ini berhasil membuat berbagai macam kerusakan.

 

 

Hal ini mengakibatkan berhentinya server ATM, sejumlah maskapai penerbangan harus menunda jadwal keberangkatan karena online ticketing yang rusak, telepon 911 macet, hingga memblokir 27 juta orang dari internet. Tahun 2016 virus ini sempat muncul lagi di berbagai belahan dunia. Namun kreator worm ini tidak diketahui hingga sekarang.

3. MELISSA

Ini dimulai sebagai dokumen Word yang terinfeksi yang diposting di grup alt.sex usenet dan mengklaim sebagai daftar kata sandi untuk situs-situs porno. Hal ini membuat orang penasaran dan ketika virus itu diunduh, itu akan memicu makro di dalam dan melepaskan muatannya. Ketika seseorang membukanya, file tersebut akan dikirimkan lagi kepada 50 kontak email orang tersebut. Mungkin tidak terdengar buruk, namun ia akan berdampak kuat ketika sampai ke email perusahaan besar.

Microsoft sampai mematikan layanan email agar tak terkena kerugian lebih besar. Diperkirakan, Melissa membawa kerugian hingga US $ 1,2 miliar. Untungnya kreator virus ini segera tertangkap dan dipenjara selama sepuluh tahun.

Virus ini dibuat oleh David L. Smith pada tahun 1999, virus ini memiliki kemampuan menyebar sendiri melalui pesan email. Melissa diambil dari nama penari eksotik dari Florida, Amerika Serikat yang populer pada tahun 1999.

 

 

4. Virus CODE RED

Virus ini menargetkan komputer dengan server web Microsoft IIS yang terinstal, mengeksploitasi masalah buffer overflow dalam sistem. Setelah terinfeksi, virus ini akan membuat seratus salinan itu sendiri tetapi karena bug dalam pemrograman, ia akan menggandakan lebih banyak dan akhirnya akan memakan banyak sumber daya sistem. Virus Code Red pertama kali muncul pada tahun 2001 dan ditemukan oleh dua karyawan eEye Digital Security. Virus tersebut dinamakan Code Red karena dua orang itu sedang minum Code Red Mountain Dew pada saat ditemukan.

5. Virus ILOVEYOU

Namanya yang lembut berbanding terbalik dengan akibat yang telah diciptakannya. Virus ini merupakan virus paling ganas yang ada. Yang telah menyebabkan hancurnya sistem komputer seluruh dunia dan membuat kerusakan sebesar US $ 10 millliar. Virus ini disebarkan dengan pesan email dengan subjek “ILOVEYOU” dan memiliki lampiran “LOVE-LETTER-FOR-YOU.txt.vbs”.
Setelah di klik, virus ini akan menyebar ke semua orang di buku alamat korban dan melanjutkan untuk menimpa file dengan sendirinya yang membuat komputer tidak dapat di boot. Virus ini dibuat oleh programmer Filipina, yaitu Reonel Ramones dan Onel de Guzman,tetapi tidak diminta pertanggung jawaban karena tidak ada Undannd-undang tentang Malware. Maka karena hal ini diberlakukannya Undang-Undang E-Commerce.
 
6. SASSER

 

Virus ini pertama kali ditemukan pada tahun 2004 dan diciptakan oleh Sven Jaschan. Virus ini menargetkan sebagian besar OS Windows dan memanfaatkan kerentanan buffer overflow di Local Security Authority Subsystem Service (LSASS) yang mengontrol kebijakan keamanan akun lokal dan menyebabkan crash ke kompiter.

Virus ini juga akan menggunakan sumber daya sistem untuk menyebarkan dirinya ke mesin lain melalui internet dan menginfeksi orang lain secara otomatis. Secara keseluruhan, kerusakan diperkirakan menelan biaya US $ 18 miliar. Jaschen diadili sebagai anak dibawah umur karena saat ia merilis virus ini sebelum umur 18 tahun dan menerima hukuman percobaan 21 bulan.

 

7. SOBIG

Virus ini menyebar di tahun 2003 sempat dijuluki sebagai virus yang paling cepat pertumbuhannya. Diperkirakan satu dari 17 email yang masuk ke akun setiap orang adalah salinan Sobig.

Virus tersebut sempat menghentikan sejumlah maskapai Amerika Serikat dan perusahaan-perusahaan besar. Ahli keamanan siber sempat memindai 40 juta email dan hasilnya setengah dari email tersebut mengandung Sobig. Kerugian yang ditimbulkan olehnya diperkirakan mencapai US $ 37,1 miliar.

 

8. MYDOOM

Mydoom adalah virus yang menimbulkan kerugian terbesar di dunia, yakni mencapai US $ 38 miliar. Pada tahun 2004, virus ini menginfeksi setidaknya satu dari 12 email yang beredar di dunia. Tak hanya lewat email, Mydoom juga menyebar melalui peer-to-peer file sharing sehingga pergerakannya pun cepat.

Mydoom membuat berbagai perusahaan teknologi khawatir. Salah satunya adalah Google. Perusahaan tersebut bahkan mengadakan sayembara, siapa pun yang berhasil menangkap otak dari Mydoom akan mendapatkan uang sejumlah US $ 250 ribu.

Namun sayangnya hingga saat ini belum ada yang berhasil menguak siapa yang berada di balik virus ini. Ada dugaan Mydoom berasal dari Rusia tapi tak ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.

Itulah virus komputer paling berbahaya di dunia. Walaupun jaman sekarang sudah memiliki teknologi lebih canggih, tetap saja harus berhati-hati dan jangan membuka email atau pesan apapun yang tidak tahu asalnya darimana. Karena virus masih akan tetap ada di dunia maya.

Jika Anda membutuhkan jasa servis dan perawatan komputer atau laptop, disinilah tempatnya. Menyediakan jasa maintenance komputer, laptop, printer dan bukan hanya itu ada juga jual beli laptop dan perangkat komputer lainnya.

– Solusi Tepat Masalah IT Anda –

informasi lebih lanjut hubungi kami di:

call Center: wa.me/628529397904

Ikuti kami:

Youtube

FaceBook

Instagram

Situs web

Konsultasi WA

Berita Lainnya

17
03/2022
Features of a Firestick VPN
Author : administrator
17
03/2022
Avast Free Anti-virus Review
Author : administrator
17
03/2022
17
03/2022
SARS-CoV-2 and COVID-19
Author : administrator
17
03/2022


Tinggalkan Komentar